Lagu Yogyakarta Dari Kla Project – Lagu Jadul Yang Masih Sering Saya Dengarkan

Lagu Yogyakarta Dari Kla Project – Lagu Jadul Yang Masih Sering Saya Dengarkan

Lagu Yogyakarta dari Kla Project memang sudah masuk dalam kategori lagu jadul atau lagu jaman dulu. Tapi entah kenapa sampai sekarang saya masih suka mendengarkannya. Apakah karena saya orang Jogja dan sering kangen Jogja? Enggak lah 😀 Lha wong saya sampai sekarang masih tinggal di Jogja, gimana bisa kangen kalau setiap hari ketemu. Menurut saya ada sesuatu yang berbeda dari lagu yang satu ini. Jika kita bandingkan dengan lagu-lagu lain yang “sejaman” lagu ini menurut saya termasuk digarap dengan “lebih serius.” Contohnya dari musiknya saja, ada suara drum, perkusi, piano, bass, dan apa lagi ya, saya kurang tahu. Yang jelas rasanya “lengkap” gitu, karena memadukan berbagai alat musik dengan pas.

Tapi berbicara soal Yogyakarta, yang sebenarnya lebih sering disebut sebagai Jogja saja, suasananya sudah berubah drastis. Jadi kalau saya mendengarkan lagunya Kla Project yang judulnya Yogyakarta ini, yang terbayang di benak saya adalah suasana Jogja jaman dulu, atau lebih tepatnya jaman saya masih sekolah. Suasananya cenderung sepi dan “syahdu.” Bagaimana suasananya sekarang? Wah kalau waktu weekend, terutama long weekend, suasananya jauh dari kesan “tenang,” karena sangat crowded, dibanjiri wisatawan dari berbagai daerah. Jangankan mau menikmati permainan “musisi jalanan,” ke Malioboro saja mau parkir susahnya minta ampun. Dan yang pasti, jalanan macet sehingga saat sampai di tempat tujuan biasanya mood sudah hilang. Kalau saya amati, jalanan macet karena sebagian besar wisatawan membawa kendaraan pribadi. Padahal, sebenarnya lebih nyaman lho berwisata di Jogja dengan menyewa mobil dari rental mobil semacam http://www.cvtugurentcar.com/ karena kan gak capek, gak usah nyetir sendiri, tinggal duduk manis. Eh malah ngiklan di sini hehehe…

Jadi sekarang ini karena suasana Jogja sudah berubah drastis, lagu Yogyakarta dari Kla Project ini biasanya saya manfaatkan sebagai semacam “time machine,” untuk bisa kembali mengingat indahnya dan tenangnya Jogja semasa saya masih sekolah dulu. Tidak ada jalanan yang macet. Tidak ada orang-orang yang berfoto-foto di Tugu Jogja sampai sering-sering hampir tertabrak mobil. Dan tentunya, tidak ada, atau jarang sekali ada keributan. Benar-benar berhati nyaman, dulu.

Comments are closed.